Breaking News

BERITA OLAHRAGA MENARIK DAN TERHANGAT

Wednesday, August 29, 2018

Harga Minyak AS melambung dalam tiga setengah tahun ini

BERITA HARI INI - membahas tentang Harga Minyak AS melambung dalam tiga setengah tahun ini simak selengkapnya.


Harga minyak bergerak naik pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga minyak mentah AS mencapai tingkat tertinggi dalam tiga setengah tahun terakhir yang dipicu oleh kekhawatiran pasokan karena sanksi AS dapat menyebabkan penurunan besar dalam ekspor minyak mentah dari Iran.

BACA JUGA : Facebook buka suara dalam peristiwa kekejaman terhadap Rohingya di Myanmar

Minyak mentah berjanga WEST TEXAS INTERMEDIATE (WTI) untuk pengiriman Agustus, naik 1.6 sen AS atau hampir mencapai satu persen, menjadi menetap apda USD 73,45 per barel di New York Mercantile Exchange. WTI mencapai USD 74,03 per barel pada awal sesi, tertinggi sejak 26 November 2014


Sementara itu, patokan internasional minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus, bertambah USD 0,23 dolar AS menjadi USD 77,85 per barel di London ICE Futures Exchange.

Amerika Serikat pekan ini meminta negara-negara menghentikan impor minyak Iran mulai November, posisi garis keras pemerintahan Trump diperkirakan akan memotong pendanaan ke Teheran.

Para pejabat mengatakan mereka akan bekerja dengan negara-negara berdasarkan kasus per kasus. Tiongkok, pengimpor terbesar minyak Iran, belum berkomitmen pada posisi AS.

"Sanksi mencoba untuk mengisolasi Iran sedikit lebih banyak, dan itu berpotensi memotong lebih banyak minyak dari arena global secara keseluruhan,"kata Mark Watkins, ahli strategi investasi regional di U.S. Bank Wealth Management.

"Jika Anda memiliki minyak Iran yang diambil dari pasar, maka Anda mengalami penurunan pasokan dengan segala cara, itu akan membei tekanan lebih besar pada harga minyak untuk bergerak naik."Permintaan AS menyusul keputusan oleh Oraganisasi Negara-negara  Pengekspor Minyak ( OPEC ) minggu lalu untuk meningkatkan produksi guna mencoba mengurangi harga minyak yang telah meningkat lebih dari 40 persen selama setahun terakhir.

Harga minyak telah naik  untuk sebagian besar tahun ini akibat pengetatan kondisi pasar karena rekor permintaan dan pemotongan pasokan sukarela yang di pimpin oleh OPEC dan produsen lainnya termasuk negara Rusia.

Kanada hingga Libya dan Venezuela juga mendukung harga minyak karena terjadinya gangguan pasokan .

Minyak mentah AS berjangka memperpanjang kenaikan setelah data menunjukkan persediaan di pusat pengiriman Cushing, Oklahoma, turun 3,1juta barel dalam seminggu yang berakhir 26 Juni.


Premium WTI bulan depan untuk bulan kedua naik setelah data dan mencapai sesi tertinggi 1,81 dollar AS, sementara diskon minyak mentah AS terhadap Brent menyempit ke tingkat terkecil dalam tiga bulan di 3,92 dollar AS per barel.

"Anda melihat spread di depan untuk minyak mentah, dan ini adalah kontrak bulan depan yang telah pecah, hampir seperti ini adalah reaksi spontan terhadap headline versus tren kenaikan struktural jangka panjang yang masih utuh,"kata Brian LaRose, analis teknikal senior di ICAP-TA.

Tidak semua indikator mengarah ke pasar yang selalu ketat. Produksi minyak mentah AS mendekati 11 juta barel perhari (bph), dan Arab Saudi mengharapkan untuk mencapai posisi itu dalam beberapa bulan mendatang juga.

Namun para analis mengatakan pasar memiliki sedikit kapasitas cadangan untuk menghadapi gangguan yang akan datang nantinya.

"Dengan persediaan masih menurun dan kapasitas cadangan rendah, ada sangat sedikit perlindungan untuk gangguan pasokan yang disebabkan oleh meningkatkan risiko geopolitik,"kata bank ANZ.



No comments:

Post a Comment