Breaking News

BERITA OLAHRAGA MENARIK DAN TERHANGAT

Thursday, September 13, 2018

Sungai Ciliwung ingin di buat seperti Cheonggyecheon di Korsel, apakah Jokowi bisa ?

BERITA HARI INI - membahas tentang Sungai Ciliwung ingin di buat seperti Cheonggyecheon di Korsel, apakah Jokowi bisa ? simak selengkapnya.

Jokowi ingin mengubah Sungai Ciliwung seperti Sungai Cheonggyecheon, karena terinspirasi saat ia melakukan jalan pagi.
JAKARTA - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyusuri Sungai Cheongyecheon di sela-sela kunjungannya di Seoul, Korea Selatan.

Jokowi begitu terpukau melihat Sungai Cheongyecheon yang sangat bersih. Ia pun bermimpi agar Sungai Ciliwung yang membelah Kota Jakarta, bisa sebersih Cheongyecheon.

Namun di balik itu kala musim hujan tiba, warga di bantaran Sungai Ciliwung, Jakarta hampir pasti kedatangan tamu tak diundang. Mereka bersiap menerima kiriman air dari Bogor, Jawa Barat, yang menggenagi pemukiman tanpa kenal waktu. Banjir seakan takdir.

BACA JUGA : 4 Fakta Ahok Akan Menikahi Bripda Puput

Lebih parahnya lagi , air bah juga membawa sampah, kayu, bamb dan segala macam limbah yang di buang manusia ke dalam Ciliwung. Dari kasur bekas, kursi bekas, lemari.

Menurut Jokowi, pada 2003, kondisi Sungai Cheongyechong hampir sama dengan Sungai Ciliwung, yang sangat kotor jorok dan keruh.Tetapi di kerjakan dalam waktu dua tahun tiga bulan, sungainya jadi sangat bersih lagi seperi zaman dahulu kala.

Kita mengulas sedikit Sejarah Sungai Cheongyechong.

Sama seperti Sungai Ciliwung , Sungai Cheonggyecheon yang dahulunya bernama Hanyang ini merupakan sebuah pemukiman padat penduduk.

Setelah Perang Korea ( 1950-1953), Cheonggyecheon mejadi lokasi pemukiman kaum pendatang yang ingin mengadu nasib di ibu kota. Kondisi itu di perparah dengan banyaknya sampah dan limbah di sepanjang sungai yang menjadikan wajah kota Seoul semakin buruk.

Masuk Lee Myung-bak yang menjabat sebagai Wali Kota , ia berjanji mengembalikan Sungai Cheonggyecheon sebagai kawasan hijau.

Banyak ahli dan masyarakat yang tidak setuju dengan rencana Lee Myung-bak karena harus menghacurkan jalan layang yang sudah berdiri hampir 20tahun. Dengan bersikukuh Lee Myung-bak , ia akhirnya berhasil mempercantik kembali Sungai Cheonggyechong.

Panjang sungai yang membelah ibu kota Korea Selatan ini 8 kilometer dan 5,8 km sudah dalam kondisi jernih.Kawasan tersebut menjadi daya tarik para wisatawan lokal maupun asing. Tidak kurang 60 ribu orang berkunjung ke sana setiap harinya.



Berbanding terbalik dengan Sungai Ciliwung yang memiliki panjang 35 kilometer , dan setiap musim hujan tiba akan mendapat air bah kiriman dan jika masuk musin kemarau sangat memprihatinkan. Air berwarna kehitaman dan mengeluarkan aroma yang tak sedap, serta sampah yang singgah di sisi-sisi kali.

Jauh dari gambaran sungai yang ada di pikiran sebagian besar rakyat Indonesia, terutama kaum urban yang hidup di perkottan. Airnya bening, tak ada sampah , tidak ada bau anyir menguap, bisa di gunakan untuk merendam kaki yang lelah, pedestrian yang lebar ada di sisi kanan kirinya.
Singkat kata, kali itu bukan  tempat sampah dan pembuangan limbah. Tak difungsikan jadi kakus untuk buang hajat.

Seperti yang kami ulas di atas , apa pemerintah bisa memikirkan waduk atau tanggul pengatur air sebagai pengontrol? Sebab itu menjadi komponen terpenting keselamatan warga

Karena jika tidak di pikirkan seperti itu jika Sungai Ciliwung sedang mengamuk mendapatkan air kiriman, bisa hilang semua masyarakat yang sedang menikmati suasana di sungai ciliwung.

Begitu juga dengan budaya masyarakat yang masih menjadi masalah terpenting dalam menghargai sumber daya alam yang rendah. Sungai dianggapnya public goods yang dapat di perlakukan sesuka hati.Orang buang sampah di sungai karena dianggap sungai dapat mendaur ulang. Itu cara pandang public goods.

Untuk itu, mindset masyarakat Indoneasia juga harus di ubah dengan budaya berkota. Dari situlah akan muncul kesadaran membangun kehidupan berkota. Apa itu kehidupan berkota? Yaitu kehidupan yang ada aturan, kehidupan  yang peduli dengan sungai, peduli dengan sesama dan peduli kotanya.

Sudah 3.5 tahun terakhir dinas kebersihan tim orange bergerak membersihkan titik sungai,waduk,situ,dan kali. Delapan jam setiap harinya membersihkan sampah, namun mau sampai kapan jika dari masyarakat sendiri masih tidak peduli dengan kota dan alamnya, yang setiap hari masih membuang sampai ke sungai, kali, waduk.



Kembali lagi dengan pertanyaan semula. Sungai Ciliwung ingin di buat seperti Cheonggyecheon di Korsel, apakah Jokowi bisa ?

Kami yakin untuk pak Jokowi pasti bisa , dengan di bantu dengan kesadaran masyarakatnya untuk menjaga kebersihan kotanya juga, jika hanya selalu di perjuangkan tanpa ada kesadaran dari diri masyarakat sendiri.Sampai kapanpun proses ini tidak akan berjalan dan tidak akan berhasil

Semangat terus untuk pak Jokowi yang ingin merubah sungai Ciliwung menjadi seperti sungai Cheonggyechong #2019tetapJokowi.

No comments:

Post a Comment